Penyakit jantung koroner ialah salah satu penyakit jantung yang paling umum terjadi. Penyebab penyakit jantung koroner sendiri apabila terdapat penumpukan lemak atau plak pada pembuluh darah yang kemudian memasok darah dan oksigen ke jantung.
Penumpukan plak ini terkenal dengan nama aterosklerosis. Kondisi tersebut membuat pembuluh darah akan menyempit. Hal tersebut dapat mengurangi aliran darah ke jantung sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab dari penyakit ini adalah penumpukan zat lemak secara berlebihan pada lapisan dinding nadi pembuluh koroner. Pengaruhnya biasanya dari pola makan yang kurang sehat dan kecanduan rokok.
Selain itu kondisi medis tertentu, misalnya hipertensi dan juga kolesterol tinggi pun dapat menjadi penyebab dari penyakit jantung koroner. Berikut ialah sejumlah penyebab penyakit jantung koroner lainnya yang bisa meningkatkan risiko.
- Gaya Hidup
Kebiasaan buruk seperti mengonsumsi makanan cepat saji dengan kandungan natrium yang tinggi bisa meningkatkan kolesterol dalam darah dan juga tekanan darah.
Terlebih lagi jika jarang konsumsi buah dan sayur-sayuran, maka tubuh pun akan kekurangan vitamin maupun mineral yang diperlukan oleh jantung.
- Kecanduan Rokok
Penyebab kedua yakni karena kecanduan rokok. Rokok ialah salah satu faktor pemicu dari berbagai jenis penyakit. Terlebih lagi asap rokok yang dihirup bisa menjadi penyebab munculnya penyakit, mulai dari kanker paru-paru, gangguan kehamilan serta janin, sampai dengan penyakit jantung.
Hal tersebut lantaran tembakau dalam rokok mengandung berbagai zat berbahaya. Misalnya saja, kandungan nikotin yang bisa membuat jantung berdetak lebih kencang dari normalnya. Tak hanya itu, ada pula karbon monoksida yang merupakan gas beracun sehingga bisa menghalangi pasokan oksigen ke dalam jantung.
- Diabetes
Penyebab penyakit jantung koroner selanjutnya adalah diabetes. Ini karena diabetes mampu mempermudah terjadinya penurunan fungsi pembuluh darah. Alhasil lemak jahat mudah menempel ke dinding pembuluh darah, lalu menyebabkan penyempitan.
- Hipertensi
Hipertensi bisa melukai dinding arteri. Bahkan bisa menurunkan fungsi dinding pembuluh darah. Alhasil mempermudah kolesterol LDL yang juga bisa menempel di dinding pembuluh darah dan meningkatkan penimbunan plak.
Ketika kerusakan pembuluh darah sudah cukup parah, maka aliran darah menuju otak jantung pun bisa terhambat. Akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung mendadak.
- Obesitas
Ketika seseorang mengalami obesitas, maka risiko penyakit jantung koroner pun meningkat hingga 4 kali lebih tinggi daripada pemilik berat badan ideal.
Hal ini lantaran kelebihan berat badan bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan juga ketidaknormalan lemak. Obesitas akan meningkatkan kadar gula darah sehingga menyebabkan diabetes.
- Lewat Keluarga
Selain itu, seorang penderita dengan riwayat keluarga punya penyakit jantung jauh lebih berisiko. Terutama pada orang yang punya penyakit jantung di usia muda kurang dari 55 tahun pada pria serta kurang dari 60 tahun pada wanita.
Faktor Risiko yang Bisa dan Tidak Bisa Diubah
Ada beberapa faktor risiko yang bisa diubah seperti halnya kebiasaan merokok, makan makanan tidak sehat, gaya hidup kurang aktif, obesitas, stres, dan hipertensi. Faktor tersebut bisa siapapun ubah agar tidak memperparah penyakit jantung.
Sementara faktor yang tak bisa diubah meliputi usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, dan juga orang beretnis Asia Selatan, Karibia, atau Afrika yang punya risiko menderita penyakit jantung lebih besar.
Itulah penjelasan mengenai penyebab penyakit jantung koroner yang bisa siapapun pahami. Adanya faktor risiko tersebut, kini setiap orang dapat mengubah gaya hidup jadi lebih baik agar terhindar atau setidaknya mengurangi tingkat keparahan yang terjadi.
