Sebagian besar masyarakat tentu sudah tidak asing dengan penyakit saraf kejepit. Penyakit ini dalam dunia medis terkenal dengan istilah Hernia nukleus pulposus (HNP). Sebuah kondisi dimana bantalan ruas tulang belakang mengalami pergeseran dan menekan saraf tulang belakang. Jika tidak segera mendapatkan penanganan dokter, penyakit tersebut akan membahayakan tubuh. Artikel di bawah ini akan membahas seputar bahaya dan cara pencegahan penyakit tersebut agar memberikan edukasi untuk masyarakat luas.
Apa itu Penyakit Saraf Kejepit?
Sebelum lebih lanjut membahas terkait bahayanya, pahami terlebih dahulu definisinya. Saraf kejepit adalah kondisi saat saraf menerima tekanan berlebih dari jaringan yang ada di sekitarnya. Akibatnya, muncul nyeri luar biasa, baik saat beraktivitas atau beristirahat. Tahap ringan umumnya akan membaik dengan sendirinya lewat terapi rutin. Akan tetapi, jika sudah tahap parah, maka seseorang perlu segera memperoleh tindakan operasi.
Pasalnya, saraf tersebut menjalar di seluruh bagian tubuh sehingga bisa terjadi di area manapun. Umumnya, penyakit saraf ini akan menyebabkan nyeri hebat atau kebas saat berada di posisi tertentu, seperti membungkuk. Banyak orang menganggapnya sepele. Padahal, jika dibiarkan terus menerus akan memicu peradangan permanen pada saraf.
Gejala Penyakit
Saraf kejepit kerap kali dianggap sebagai nyeri sendi biasa oleh sebagian banyak orang. Padahal, sebenarnya itu bukan nyeri biasa dan terdapat beberapa gejala khas, antara lain: mati rasa, munculnya nyeri seperti terbakar, kesemutan, otot lemas, dan kaki tangan sulit untuk digerakkan.
Berbagai gejala di atas akan semakin memburuk saat seseorang tertidur. Oleh karena itu, segera periksa ke dokter, apabila gejala di atas terus menerus berlangsung dan tak kunjung reda.
Bahaya Penyakit
Setelah memahami definisi dan gejala penyakit tersebut, saatnya untuk membahas seputar bahayanya. Cakram atau bantalan yang pecah dan semakin memburuk dapat menyebabkan nyeri kronis berkelanjutan dan hilangnya kendali atau sensasi di area yang terkena penyakit.
Selain itu, penyakit saraf ini bisa menekan seluruh kanal tulang belakang, termasuk semua saraf cauda equine. Kondisi tersebut perlu segera diatasi dengan operasi guna menghindari terjadinya kelumpuhan.
Pencegahan Penyakit
Agar bahaya-bahaya di atas tidak terjadi, maka lakukan pencegahan lebih dini dengan melakukan berbagai upaya salah satunya memperbanyak istirahat. Jika merasa capek, maka beristirahatlah. Saat seseorang tidur, tubuh akan memperbaiki diri sendiri. Dengan demikian, gejala saraf dapat diatasi dengan sendirinya.
Kedua, berhati-hatilah saat mengangkat barang berat karena bisa mengakibatkan salah posisi. Hindari posisi membungkuk, supaya bobot tidak seluruhnya menjadi tanggungan tulang punggung. Sebaiknya, ambil posisi berjongkok dan tegakkan punggung sebelum nantinya mengangkat beban yang cukup berat.
Nah, demikian ulasan seputar bahaya saraf kejepit dan cara mencegahnya. Apabila mengalami gejala ringan, cobalah untuk beristirahat dan kurangi rasa sakit dengan obat pereda nyeri. Akan tetapi, jika nyeri tak kunjung membaik, segera kunjungi dokter. Di rumah sakit, nantinya dokter akan merekomendasikan sejumlah tindakan perawatan mulai dari kompres hangat, fisioterapi, hingga operasi tergantung dengan tingkat keparahan yang dialami.
